8 Fakta Yang Harus Kamu Tahu Tentang Kabupaten Tulang Bawang Barat

Sejarah Kabupaten Tulang Bawang Barat


Kantor Bupati Tulang Bawang Barat
Sebelum menjadi daerah otonom mandiri, wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan bagian dari Kabupaten Tulang Bawang.

Secara Hukum Kabupaten Tulang Bawang Barat berdiri sejak disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2008, tentang pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung pada tanggal 26 November 2008, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal 3 April 2009 di Jakarta.


Hari Jadi Kabupaten Tulang Bawang Barat

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 8 Tahun 2012, hari jadi Kabupaten Tulang Bawang Barat ditetapkan tanggal 3 April 2009. Dengan demikian setiap tanggal 3 April merupakan hari ulang tahun Kabupaten Tulang Bawang Barat.


Pemerintahan


Pejabat Bupati Pertama Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah Syaifullah Sesunan diawal pertama terselenggara dan berjalannya Pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pejabat Bupati Kedua Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah Hi. Bachtiar Basri, SH.MM mulai memerintah 14 Oktober 2009. Hi. Bachtiar Basri, SH.MM Bupati definitif pertama hasil pemilukada pemilihan Bupati Tulang Bawang Barat 2011 dilantik 14 November 2011, Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor: 131.18-790 Tahun 2011 tentang pengangkatan Bachtiar Basri sebagai Bupati Tulang Bawang Barat dan Kepmendagri Nomor:132.18-791 Tahun 2011 tentang pengangkatan Umar Ahmad sebagai Wakil Bupati Tulang Bawang Barat.

Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat
Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad, S.P dan Fauzi Hasan, S.E., M.M
Umar Ahmad adalah Bupati definitif kedua yang dilantik pada 23 Juni 2014. Pelantikan ini
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor: 131.18-1699 Tahun 2014. Dan terpilih kembali menjadi Bupati Tulang Bawang Barat periode 2017 - 2022 dilantik tanggal 22 Mei 2017 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor: 131.18-2997/2017.

Motto Kabupaten

Motto Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah: “Ragem Sai Mangi Wawai” yang artinya “Kebersamaan Menuju Keberhasilan”. Motto tersebut tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2011.

Lambang Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat

Logo kabupaten Tulang Bawang Barat
Lambang berbentuk perisai bersegi lima menggambarkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat sanggup mempertahankan cita-cita Bangsa Indonesia dan melanjutkan pembangunan serta memajukan daerah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Lambang pada bagian atas terdapat tulisan “Tulang Bawang Barat” dengan huruf berwarna merah dan dasar berwarna putih mempunyai makna bahwa keberadaan dan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah dalam nuansa persatuan dan kesatuan, semangat kebersamaan dan kehormatan terhadap sang saka Merah Putih sebagai lambing kedaulatan Republik Indonesia. Adapun arti dari ciri-ciri lambang daerah adalah sebagai berikut:
  • Payung berwarna putih melambangkan masyarakat Tulang Bawang Barat memiliki hati yang suci dalam melindungi masyarakatnya dan semua suku yang berada di wilayah Tulang Bawang Barat. Gambar di payung terdapat 20 (dua puluh) buah rumbai dan berjari-jari 8 (delapan) menggambarkan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat dideklarasikan pada tanggal 20 Agustus 2008 dan sebagai pertanda bahwa pada saat diresmikan Kabupaten Tulang Bawang Barat berjumlah 8 (delapan) kecamatan.
  • Siger Lampung berwarna emas merupakan pakaian kebesaran masyarakat adat Lampung melambangkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat sangat menghormati wanita yang didasari ajaran agama dan adat Lampung.
  • Rantai bersambung empat berwarna putih melambangkan Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan bagian dari Empat Marga yang tidak dapat dipisahkan oleh situasi apapun dan masyarakat Tulang Bawang Barat mempunyai kewajiban untuk menjamin keutuhan sepanjang masa.
  • Gong adalah instrumen induk dari semua tetabuhan adat yang dibunyikan pada saat masyarakat adat Tulang Bawang Barat Begawi, mengartikan masyarakat Tulang Bawang Barat berada dalam satu komando walau banyak instrumen yang mengeluarkan bunyi - bunyian, tetapi akan terangkum dalam musyawarah dan mufakat serta suaranya satu dalam satu keputusan.
  • Padi, Kapas, dan Tali Simpul Rangkaian 45 (empat puluh lima) butir padi, 17 (tujuh belas) polong kapas dan tali simpul 8 (delapan) mempunyai makna kebersamaan yang utuh untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera berkemakmuran baik lahir maupun batin, serta makmur berkeadilan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Pepadun berwarna emas adalah singgasana kerajaan dalam adat Lampung, menunjukkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat khususnya masyarakat Lampung Pepadun mempunyai cita-cita yang luhur untuk mencapai keberhasilan dalam strata sosial, politik, dan ekonomi, khususnya dalam kancah adat yang selalu digambarkan dalam BEJULUK, BEADEK, dan NENGAH NYAPPUR.
Tulisan aksara Lampung yang berbunyi Ragem Sai Mangi Wawai menunjukkan masyarakat Tulang Bawang Barat telah memiliki peradaban dan kebudayaan yang tinggi warisan leluhurnya. Adapun makna Tulisan dan warna antara lain:
  • Seuntai pita bertuliskan “RAGEM SAI MANGI WAWAI” dasar putih dengan tulisan berwarna merah.
  • Ragem Sai Mangi Wawai bermakna masyarakat Tulang Bawang Barat dalam meraih kesuksesannya selalu berpedoman pada keputusan bersama (Musyawarah Mufakat) juga merupakan motto Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Air dengan 11 (sebelas) garis menunjukkan Kabupaten Tulang Bawang Barat mempunyai cikal bakal dari 11 (sebelas) tiyuh yang pada masa lalu transportasinya melalui sungai yaitu (Way Rarem), Way Tulang Bawang, Way Kiri. Sungai Tulang Bawang mengalir sepanjang tahun dan memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat Tulang Bawang Barat, yang nantinya akan berkembang menjadi Agrobisnis baik untuk pengairan maupun perikanan. Adapun arti warna tersebut adalah :
  • Warna Hijau Daun pada perisai bagian dalam melambangkan Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah daerah yang berbasis pada pertanian yang menjadi symbol kehidupan pada masyarakat Tulang Bawang Barat.
  • Warna Emas menunjukkan sinar matahari pagi yang siap memberikan kehidupan bagi masyarakat Tulang Bawang Barat.
  • Warna Merah Putih pada Perisai Bagian Luar melambangkan Masyarakat Tulang Bawang Barat tidak terpisahkan dari NKRI.

Ibukota Kabupaten


Ibukota Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah di Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Rute Menuju Ibukota Kabupaten


Kabupaten Tulang Bawang Barat berjarak kurang lebih 135 km dari ibukota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung.

Rute transportasi menuju ibukota Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat ditempuh melalui beberapa alternatif jalan, diantaranya:
  • Dari Bandarlampung: Bandarlampung — Bandarjaya (Lampung Tengah) – Terbanggi Besar (Lampung Tengah) — Gunung Batin (Lampung Tengah) – Mulyo Asri (Tulang Bawang Barat) – Simpang PU / Murnijaya (Tulang Bawang Barat) – Pulungkencana (Tulang Bawang Barat) – Panaragan.
  • Dari Menggala (Tulang Bawang): Menggala (Tulang Bawang) – Penumangan Baru (Tulang Bawang Barat) – Panaragan.
  • Dari Kotabumi (Lampung Utara): Kotabumi – Tatakarya (Lampung Utara) – Dayamurni (Tulang Bawang Barat) – Simpang PU / Murnijaya (Tulang Bawang Barat) – Pulungkencana (Tulang Bawang Barat) – Panaragan.

Peta Wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat


Luas wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah 1.201 km2. Secara geografis Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak di: 104°55’ – 105°10’BT dan 3°35’- 4°15’ LS.Batas-batas wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, serta Kecamatan Wayserdang dan Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji;
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Banjar Margo, Kecamatan Banjar Agung, dan Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang;
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah, serta Kecamatan Abung Surakarta dan Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara; dan
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Negeri Besar, Kecamatan Negara Batin, dan Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan.
Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan dataran rendah dengan ketinggian 39 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Tulang Bawang Barat dialiri beberapa sungai, diantaranya Sungai Way Kanan, Sungai Way Kiri, Sungai Way Pedada, Sungai Way Papan, dan Sungai Way Bawang.

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah alluvial, regosol, pedzolik coklat, latosol, dan pedzolik merah kuning.

Kabupaten Tulang Bawang Barat beriklim tropis dengan musim hujan dan kemarau bergantian sepanjang tahun. Temperature rata-rata 25°C — 31°C, curah hujan antara 57—299 mm/tahun, dengan kelembaban rata-rata 85,2.

Wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat terdiri dari kecamatan :
  1. Tulang Bawang Udik
  2. Tumijajar
  3. Tulang Bawang Tengah
  4. Pagar Dewa
  5. Lambu Kibang
  6. Gunung Terang
  7. Batu Putih
  8. Gunung Agung
  9. Way Kenanga
Wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan daerah agraris dimana mata pencaharian pokok penduduknya berada di sektor pertanian. Hal ini dikarenakan daerah terluas merupakan daerah dataran yang cocok dimanfaatkan untuk pertanian.

0 Response to "8 Fakta Yang Harus Kamu Tahu Tentang Kabupaten Tulang Bawang Barat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel